Powered By Blogger

WELCOME

SELAMAT DATANG KE BLOG KU YANG SEDERHANA INI. SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA. AMIN!

Kamis, 07 Oktober 2010

PERANAN MENYIMAK DALAM KETERAMPILAN BERBAHASA: MENYIMAK DALAM KOMUNIKASI

1.1.2 Menyimak dalam Komunikasi Dengan bahsa manusia dapat berkomunikasi. Dengan berkomunikasi orang dapat menyampaikan gagasannya, perasaannya, atau pengalamannya kepada orang lain. Melalu komunikasi berbahasa kita dapat melakukan kontak dengan orang lain tentang berbagai hal yang kita temukan dalam kehidupan. Manusia yang sedang berkomunikasi harus memiliki dasar-dasar pikiran yang umum, bahasa yang sama, asumsi yang sama, dan nilai yang sama. Berkomunikasi adalah perbuatan mengalahkan atau mengatasi suatu perbedaan, satu atau beberapa hal yang tidak seimbang diantara dua orang atau kelompok, baik pengetahuan tersebut merupakan informasi yang umum maupun pengertian atau perasaan pribadi (Muffet/ B.J.Wagner, 1983 dalam Mukhsin Ahmadi, 1990: 35). Proses komunikasi berlangsung melalui tiga media, 1) nonverbal (visual) 2) lisan (oral) 3) tulis (written) Melalui bahasa lisan kita berkomunikasi secara langsung, baik bertatap muka maupun tidak. Menyimak sebagai salah satu kegiatan berbahasa merupakan keterampilan yang cukup mendasar dalam aktivitas berkomunikasi. Kegiatan menyimak lebih banyak dilakukan dari kegiatan berbahasa yang lain. Hal ini dibuktikan oleh Wilga M. Rivers (1978: 62), kebanyakan orang dewasa menggunakan 45% waktunya untuk menyimak, 30% untuk berbicara, dan hanya 9% saja untuk menulis. Keterampilan menyimak harus dibina dan ditingkatkan karena sangat dibutuhkan oleh manusia baik untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk kepentingan di lingkungan pendidikan. Tidak semua orang mampu menyimak dengan baik. Padahal kemajuan masyarakat sangat tergantung pada kemampuan menyimak berbagai informasi anggota masyarakatnya. Banyak mendapatkan informasi berarti meningkatkan pengetahuan, dan banyak pengetahuan berarti meningkatkan daya pikir. Keberhasilan seseorang menyimak informasi tergantung pada kelihaian pembicara menyampaikan informasi tersebut. Pembicara yang baik akan berusaha memberikan bahkan pembicaraan dengan efektif dan efisien, yang dapat memberi peluang kepada penyimak untuk mengadakan pendekatan pada makna yang diharapkan pembicara berdasarkan pengetahuan yang dimiliki penyimak. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cukup kompleks kalau penyimak ingin menangkap makna yang sesungguhnya dari pembicaraan yang mungkin tidak seutuhnya tersirat dalam materi yang dihasilkan pembicara. Sebab itu penyimak perlu pengetahuan yang memadai tentang hal yang berhubungan dengan materi simakan. Disamping itu penyimak juga harus memiliki pengalaman yang cukup dalam menyimak, artinya dia harus sering berlatih menyimak. Jadi, pembicara harus aktif kreatif menciptakan materi simakan agar mudah dipahami penyimaknya, sebaliknya penyimak dengan pengetahuan simaknya harus aktif kreatif pula menangkap makna yang terkandung dalam bahan simakan tersebut. Dilihat dari sudut manusia belajar bahasa, keterampilan menyimak merupakan pelajaran pertama menggunakan bahasa. Salah satu keterampilan berbahasa didapat secara alamiah ialah menyimak bunyi mulai menirukan bunyi-bunyi, kata, kalimat, dari orang-orang yang berada disekitarnya dengan menyimak, yang akhirnya mereka dapat berkomunikasi dengan lancar. Kalau bahasa pembicara sama dengan bahasa penyimak, maka dari hasil simakannya itu sipenyimak dapat mengetahui ciri-ciri berbahasa pembicara, misalnya, pengicapan, pemiliahan kata, kalimat, gerak-gerik dan pengorganisasian pikiran-pikirannya. Hal ini menunjang kemampuan berbicara penyimak. Disamping itu dari hasil simakannya itu penyimak akan mendapat tambahan perbendaharaan kata yang dapat meningkatkan keterampilan berbahasanya, baik lisan maupun tulisan. Tahap selanjutnya penyimak akan dapat isi atau maksud pembicaraan tersebut. Kalau maksud pembicaraan dipahami penyimak persis seperti apa yang maksud pembicara ini berarti telah terjadi komunikasi yaitu konunikasi lisan. terjadinya komunikasi berarti terjadi pula proses pemahaman isi pembicaraan. Memahami isi pembicaraan berarti menambah informasi atau pengetahuan. Kalau kita perhatikan maka 1) keterampilan menyimak merupakan dasar, yang cukup penting untuk keterampilan berbicara. 2) keterampilan menyimak juga merupakan dasar bagi keterampilan menulis dan membaca, petunjuk-petunjuk disampaikan melalui bahasa lisan. Ini berarti mereka harus menyimak. 3) keterbatasan penguasaan kosakata pada saat menyimak akan menghambat kelancaran membaca dan menulis. Menurut Sabarti (1992: 149) dan kawan-kawan menyimak berpaeran sebagai: (1) dasar belajar berbahasa (2) menunjang keterampilan berbicara, membaca, dan menulis (3) pelancar komunikasi lisan (4) penambah informasi atau pengetahuan

Rabu, 06 Oktober 2010

PERANAN MENYIMAK DALAM KETERAMPILAN BERBAHASA: MENYIMAK SEBAGAI ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

BAB I PERANAN MENYIMAK DALAM KETERAMPILAN BERBAHASA Kegiatan Belajar 1 1.1 URAIAN 1.1.1 Menyimak sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa Dalam era pembangunan dewasa ini makin lama makin kita rasakan pentingnya berkomunikasi baik antar anggota masyarakay maupun antar kelompok dalam masyarakat. Alat komunikasi yang paling ampuh adalah bahasa. Dengan bahasa manusia sebagai makhluk sosial dapat berhubungan satu sama lain secara efektif. Dengan bahasa kita menyatakan perasaan, pendapat, bahkan, dengan bahasa kita berpikir dan bernalar. Oleh karena itu agar komunikasi berjalan lancar; tidak menimbulkan salah paham, kita perlu terampil berbahasa baik lisan maupun tulis. Suatu komunikasi dikatakan berhasil apabila pesan yang yang disampaikan pembicara dapat dipahami dengan baik oleh penyimak atau pembaca sesuai dengan maksud pembicara atau penulis tersebut. Keterampilan berbahasa erat kaitannya dengan proses berpikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin cerah jelas pikiran seseorang semakin terampil seseorang berbahasa. Melatih keterampilan berbahasa berarti melatih keterampilan berpikir (Dawson, 1963: 27; Tarigan; 1980: 1). Keterampilan berbahsa menuntut adanya pengetahuan dan pengalaman dalam berbahasa maupun nonkebahasaan perlu dimiliki. Demikian pula pengetahuan berbahasa belum dianggap lengkap kalau tidak dibarengi dengan pengalaman berbahasa. Pengalaman berbahasa hanya didapat melalui latihan yang intensif yang dapat mengembangkan potensi yang ada pada diri seseorang. Dengan demikian akan diperoleh keahlian bagaimana menggunakan daya pikir secara efektif, melalui bahsa lisan maupun bahasa tulis. Dalam komunukasi berbahasa ada empat aspek keterampilan, yaitu: 1) keterampilan menyimak; 2) keterampilan berbicara; 3) keterampilan membaca; dan 4) keterampilan menulis. Keempat keterampilan ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Karena itu, keempat keterampilan itu disebut catur-tunggal. Bahasa sebagai alat komunikasi itu ada yang bersifat lisan, yaitu bahsa yang berwujud kontinum huruf yang dapat didengarkan, dan ada yang bersifat tulis, yaitu bahasa yang berwujud rangkaian huruf yang dibaca. Baik bahasa lisan maupun tulisan di dalamnya terkandung makna yang dapat menimbulkan respons, atau tanggapan dari orang yang mendengar atau membacanya (Universitas Terbuka, 1985: 19). Keterampilan menyimak dan membaca disebut keterampilan reseptif sebab selama berlangsung kegiatan komunikasi tersebut, penyimak atau pembaca aktif menerima, menangkap, memahami, dan mengingat ujaran atau huruf yang diterimanya. Dapat juga dikatakan keterampilan aktif reseptif. Secara fisik penyimak dan pembaca pasif menerima pesan-pesan atau informasi-informasi melalui pendengarannya atau matanya. Tetapi sebenarnya secara mental penyimak atau pembaca aktif mencerna, mengolah pesan-pesan tersebut agar dapat memahami maksudnya. Keterampilan berbicara dan menulis dikatakan keterampilan produktif karena pembicara dan penulis secara aktif memproduksi ide-ide, informasi-informasi, dengan menggunakan bahasa yang dapat dipahami pembaca atau pendengarnya sehingga mereka mampu merespons, menanggapi, atau mengolah apa yang didengar atau dibacanya. Keterampilan menyimak dan berbicara merupakan proses alamiah yang timbul karena adanya kontak sosial antarmanusia. Sedangkan keterampilan membaca dan menulis tidak akan terwujud tanpa mempelajari dasar-dasar pengetahuan lebih dulu, disertai latihan yang intensif. Jadi, keterampilan membaca dan menulis bukan merupakan proses alamiah yang begitu saja dimiliki. seseorang seperti halnya menyimak dan berbicara.

MENYIMAK: PENDAHULUAN

PENDAHULUAN Keterampilan menyimak merupakan salah satu kegiatan baerbahasa yang cukup primer di dunia pendidikan. Mereka yang kurang mampu menyimak akan mendapat hambatan dalam menerima materi yang diterimanya. Kesalahan menyimak akan berakibat buruk terhadap keterampilan berbahasa yang lain, yaitu Membaca, Berbicara, dan Menulis.