Powered By Blogger

WELCOME

SELAMAT DATANG KE BLOG KU YANG SEDERHANA INI. SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA. AMIN!

Jumat, 20 Mei 2011

Amazing Teacher 1

Amazing Teacher Chapter 1. Takdir ''Kemarin, aku melihat mu menjadi pelayan restoran. Hari ini kamu bekerja sebagai kuli bangunan, dan...'' ''Memangnya kenapa?'' Ucapan Sani terputus oleh Yoga yang sedang memikul sekarung pasir. ''Tertawa saja sepuas mu'', Yoga melanjutkan. ''Wo..wo.. Jangan marah gitu dong! Kita kan sudah lama berteman, aku hanya kasihan melihat keadaan mu sekarang''. ''Kasihan sih kasihan. Tapi jangan mengolok gitu dong!'' ''Oke lah. Maaf. Aku hanya ingin memberikan ini pada mu''. '' Apa ini?'', Yoga mengambil selembar kertas dari tangan Sany. Setelah beberapa detik, dia berdiri tiba-tiba sehingga membuat Sany terkejut dan hampir tersungkur. '' Inilah kesempatanku'', dengan wajah gembira Yoga memeluk Sany,'' terima kasih teman''. Surat itu berisi lowongan menjadi guru di SMA Sir Arthur. Sambil bernyanyi-nyanyi di sepeda kesayangannya, Yoga pergi melamar ke SMA Sir Arthur. Sampai lah ia di tempat tujuan. Seorang guru menatap Yoga yang sedang duduk di depannya. '' Satu pertanyaan'', guru itu memulai pembicaraan,'' apa Anda siap untuk menghadapi apa pun yang terjadi?''. '' Apa?'', Yoga heran mendengar pertanyaan itu. '' Maksud Bapak?'' '' Jawab saja!'' Karena tidak mau mempersulit keadaan Yoga langsung menjawab, '' Ya, saya siap!'' '' Bagus! Anda diterima. Besok langsung datang kerja''. '' Yang benar, Pak?!'' '' Iya. Persiapkan mental Anda''. '' Terima kasih, Pak'', dengan riangnya Yoga menyalami guru itu. Sesampainya di rumah kontrakan, Yoga sudah di sambut dengan ucapan dari Sany yang mengandung unsur sindiran. '' Bagaimana teman ku, berhasil?'' '' Tentu saja. Besok aku sudah mulai kerja'' '' Baguslah. Aku sudah lama merasa kasihan dengan mu sobat. Kamu kan seorang sarjana pendidikan. Masak bekerja sebagai buruh. Jadi, sekarang jangan sia-siakan kesempatan ini'' '' Sepertinya kamu menyindir ku sobat!'' '' Tidak. Aku mengatakan hal yang sebenarnya. Kenapa kamu harus marah'' '' Jadi, kamu menyalahkan ku?'' Sany tersenyum menyindir. '' Sudahlah. Kamu kan sudah dapat pekerjaan baru ni, bagaimana kalau kita merayakannya?'' Sany menepuk-nepuk pundak Yoga,'' Setuju? Aku yang traktir''. '' Ngomong dong dari tadi. Kalau begitu sih aku mau''. '' Malam ini kita pesta!'' .................... '' Ku pikir kau akan membawa ku ke restoran, sobat'' '' Syukuri apa yang ada. Jangan banyak omong. Udah untung di traktir. Protes lagi. Cepat makan!'' Tadinya Yoga berharap ditraktir di sebuah tempat makan yang lebih mewah. Namun, nyatanya dia di bawa ke tempat jualan somay yang berada tidak jauh dari rumahnya. '' Bagaimana wawancaranya tadi?'' '' Sukses. Guru itu hanya memberikan satu pertanyaan yang menurut ku adalah pertanyaan yang aneh.'' '' Maksud kamu?'' '' Yaa aneh. Pertanyaannya adalah apakah Anda siap menghadapi apa pun yang terjadi. Aneh kan?'' '' Tidak juga. Mungkin yang diperlukan di sekolah itu hanya sebuah keinginan.'' '' Selama ini aku belum pernah menemukan sebuah sekolah yang mencari guru dengan cara membuat iklan.'' '' Iya juga sih. Artinya kamu beruntung sob. Setelah kejadian itu, kamu tidak diterima di sekolah mana pun. Kamu harus bisa memanfaatkan peluang ini. Tetap semangat!'' '' Thanks, sob!'' .................... '' Selamat pagi!'' Yoga ditemani kepala sekolah masuk ke kantor guru. '' Ini guru baru di sekolah ini. Dan dia akan menjadi wali kelas 2E.'' '' Perkenalkan nama saya Yoga Prasetya. Tolong beri tunjuk ajarnya. Semoga kita bisa bekerjasama.'' Tiba-tiba semua guru berhamburan keluar setelah mendengar suara bel tanpa merespon salam Yoga. Dia jadi heran. '' OK? Ternyata guru-guru di sini sangat disiplin waktu ya.'' '' Jangan terlalu dipikirkan. Meja Bapak di sana.'' '' Iya, terima kasih, Pak!'' Yoga mendekati tempatnya. Dia merapikan mejanya. Menata alat-alat tulis, dokumen-dokumen, dan yang lainnya. Di mejanya sudah ada jadwal. '' Jam 7. Aku sekarang harus ke kelas 2E. Baiklah, pengalaman pertama ku dimulai sekarang. Semangat!'', Yoga menyemangati diri sendiri. Yoga kesulitan mencari kelas 2E. Kemudian, dia melihat seorang wanita keluar dari sebuah kelas. Wanita itu juga seorang guru. Dia cantik, manis, dan seksi. Rany namanya. '' Bu guru!'' Yoga memanggil guru itu. '' Iya, ada apa?'' '' Kelas 2E di mana ya?'' '' Oh Bapak guru baru itu ya! Satu hal yang ingin saya beritahukan kepada Bapak, jangan macam-macam dengan siswa-siswa di kelas 2E.'' '' Memangnya kenapa?'' '' Bapak akan tahu sendiri nanti. Ayo, saya hantar Bapak ke sana!'' Yoga tidak melepaskan pandangan dari Bu Rany yang menuntunnya di depan menuju kelas 2E. Goyangan pinggulnya saat berjalan membuat siapa pun bernafsu. '' Ini kelasnya. Semoga sukses dan hati-hati.'' '' Terima kasih Bu!'' Bu Rany meninggalkannya. '' Baiklah, the first time. Jangan buat masalah.'' Yoga membuka pintu dan masuk. Dia langsung menuju mejanya. Sekarang dia menghadap ke arah seluruh siswa. '' Selamat pagi!'' Tidak ada yang menjawab. '' Baiklah.'' '' Pagi!'' jawab seorang siswa. '' Cuma satu? Tidak ada yang lain?'' Yoga mencoba memancing yang lain untuk menjawab. '' Nama Bapak Yoga Prasetya. Umur 25 tahun. Ada pertanyaan?'' Diam. Tidak ada yang merespon. Seorang siswa tiba-tiba berkata, '' Mau apa Bapak di sini?'' '' Apa?'', Yoga semakin merasa aneh dengan keadaan kelas yang dimasukinya,'' Bapak wali kelas baru kalian. Jadi..." " Jadi apa?" kata siswa yang lain. " Jadi kalian harus mengikuti peraturan yang Bapak buat. Bisa kan?" Suara gemuruh langkah kaki siswa-siswa yang menuju pintu untuk keluar mengejutkan Yoga. " Apa yang kalian lakukan? Mau kemana kalian?" " Kami tidak sudi diajar oleh orang seperti Bapak!" Kepala sekolah sudah tahu apa yang sedang terjadi. Begitu juga guru-guru yang lain. Ini sudah biasa. Yoga tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Kelas kosong. " Sepertinya aku ditakdirkan di sebuah sekolah yang menakutkan." To be continued... nipoazwar@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar