Jumat, 27 November 2009
Sang Juara 2
Bab 2. Kami Diskors?
Tomy sangat terkejut melihat temannya yg tanpa di duga memiliki kemampuan yg luar biasa. Ryo yg sedang pingsan dibawa dua temannya pergi. Sorakan hu..... dari seluruh siswa menggetarkan tempat tersebut.
Diluar keramaian itu, suara yg keras terdengar mengagetkan semuanya. Kepala sekolah berdiri di pinggir lapangan dalam keadaan marah. Semua siswa berhamburan seperti semut yg sarang nya di hancurkan. Terdengar kembali suara hu..... yang panjang. Tomy, ridwan, dan Moko di perintahkan utk pergi ke ruangannya. Sesampainya disana, mereka di marahi oleh kepala sekolah. Keputusannya, mereka bertiga di skors 1 hari. Itu sudah cukup beruntung karena tidak di suruh membawa orang tua. Mereka keluar dari ruangan kepala sekolah dengan lesu.
Rizky pulang sebelum kelas bubar. Dia tiba lebih awal. Sesampainya di rumah, kamar menjadi tujuan utama. Dia menghempaskan tubuhnya ke kasur sambil berpikir mengenai kejadian hari ini. Dalam keadaan melamun tiba2 mata nya terlelap masih dengan seragam sekolah.
Jam dinding sudah menunjuk pukul 18.00. Rizky masih tidur. Kemudian terdengar suara benda jatuh yg membangunkannya. Dia bangkit dan melihat jam. Rizky: apa? Sudah pukul 6. Aku harus memasak makanan utk paman.
Rizky bergegas ke dapur. Ternyata pamannya yg bernama jodi sudah berada di meja makan. Dia memakan mi instant. Jodi: ayo makan! Kenapa masih berdiri di situ? Aku juga sudah membuatkan utk mu.
Rizky mendekati mi itu dan mulai memakannya. Utk beberapa saat mereka tidak bicara. Jodi: kamu tentu letih. Sampai baru bangun.
Rizky: maafkan aku paman. Tadi aku tidak membantu paman menjaga toko.
Jodi: jangan dipikirkan. Paman mengerti sekolah juga sangat meletihkan.
Rizky hanya diam. Dia tidak mau memberitahu pamannya tentang kejadian hari ini.
Keesokan harinya, Rizky memakai seragam sekolahnya. Agar paman nya tidak tahu. Dia tidak pergi ke sekolah tapi ke taman kota sambil menunggu waktu sekolah habis.
Rizky melihat jam di tangannya. Sudah pukul 13.30. Lalu, dia bersiap utk pulang layaknya dari Sekolah. Saat akan mulai mengayuh, ada suara memanggilnya dari belakang. Rupanya itu Anisa. Dia mengendarai sepeda nya dan mengajak Rizky pulang bersama2. Tentu saja tidak ditolak Rizky. Rumah mereka searah, jadi wajar jika pulang bersama2. Suasana waktu itu terasa romantis. Karena keduanya sama2 jomblo. Apalagi sama2 pendiam. Rizky: Anisa, tadi apa yg guru bilang tentang saya?
Anisa: tidak ada. Cuma kelas jadi tidak lengkap tanpa kamu.
Anisa mengatakan itu dengan malu2. Apa yg mereka bicarakan tidaklepas dari masalah sekolah. Tanpa diduga didalam perjalanan mereka di hadang oleh 5 orang lelaki berpenampilan seperti preman memegang masing2 satu pemukul kasti. Dengan menghentakkan ke telapak tangan turun naik, seperti siap utk memukul. Anisa mulai merasa takut. Tapi Rizky menyuruh agar tetap tenang. Rizky: tetap di belakangku Anisa.
Anisa mengikuti apa yg dikatakan Rizky. Sekarang Rizky sudah memasang kuda2 bertahan utk menghadapi preman2 itu. Siapakah mereka? Dan apa tujuan mereka?By Bahrudin. Vote yg banyak ya teman2.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar