WELCOME

SELAMAT DATANG KE BLOG KU YANG SEDERHANA INI. SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA. AMIN!

Senin, 10 Oktober 2011

Minggu, 22 Mei 2011

Amazing Teacher 2

Chapter 2. Tantangan! '' Huuh! Sekarang aku mengerti mengapasampai ada sekolah yang membuat untuk mencari guru. Jadwal pelajaran ini juga berisikan bahwa aku yang mengajarkan seluruh mata pelajaran dikelas ini. Tapi, ini akan sangat menarik.'' Yoga mengikuti siswa-siswa kelas 2E sampai ke kantin. " Woi...woi...woi! Sekarang masih jam pelajaran, belum istirahat. Cepat kembali ke kelas!", Yoga menyuruh mereka yang sedang makan. Seorang siswa mendekati Yoga. " Syukurlah kamu mau ke kelas." " Kata siapa?" "Hm. " Coba Bapak lihat jam Bapak!" " Ha? Apa? Sudah pukul 13.00. Aku ketiduran sampai jam pelajaran habis." " Bapak bisa dikeluarkan karena hal ini", Sam mengancam. " Ha ha ha ... Tidak mungkin. Karena Bapak sudah minta izin ke kepala sekolah." " Omong kosong. Ayo semua kita pulang, jangan dengarkan kata-kata orang itu. Tidak penting." " Besok jangan malas ya! Bapak tunggu." Kelas kembali kosong dalam sekejap. Suasana menjadilengang. " Aku belum sempat mengajar satu pelajaran pun. Masak hari pertama sudah menemui masalah. Aku harus mempersiapkan strategi untuk besok." ¤¤¤ Yoga masuk ke kantor guru. Semua guru sudah berkemas-kemas untuk pulang. " Bagaimana Pak, ada masalah di hari pertama?" Pak Joko menyindir. Dia adalah guru matematika yang masih bujang lapok. Melihat dari penampilannya memang sulit bagi wanita untuk tertarik. Kacamatanya besar sekali. Seperti dua buah kaca spion sepeda motor. " Alhamdulillah tidak ada Pak. Anak-anak baik-baik semua." " Saya tidak yakin", Bu Yumi menambahkan. Bu Yumi adalah guru kesenian. Dia sangat ahli dalmmembuat patung, melukis, dan banyak kesenian yang lainnya. Dia memang serba bisa dalam bidang seni. Umurnya 31 tahun dan sudah mengabdi di sekolah ini selama 5 tahun. " Bapak dan Ibu memang lucu ya. Memang sihanak-anak itu sedikit nakal. Tapi, mereka memiliki kemampuan lebih dibandingkan siswa lain. Saya bisa melihatnyadari wajah mereka. Skill yang harus dipancing keluar. Itulah tugas saya sekarang. Menjadikan mereka siswa yang berprestasi." " Anda bersemangat sekali Pak. Perkenalkan nama saya Rico. Saya mengajar olah raga. Tadi waktu Bapak masuk saya ada di lapangan." Mereka bersalaman tanda kenalan. Beberapa menit kemudian ruangan hampa. Yang tersisa hanya Yoga dan Bu Rany. " Saya lihat Bapak tenang-tenang saja. Kami semua tahu bahwa kelas itu ialah kelas neraka bagi guru yang mengajardi sana", Bu Rany menggunakan suara yang datar. " Iya sih. Tapitidak menurut saya. Kelas itu sangat menantang. Dan saya akan tetap bertahan di sini." " Sepertinya itu akan sangat sulit." " Tidak. Yang penting tujuan kita adalah mengajar. Bythe way, mengapa Ibu tetap mengajardi sekolah ini?" " Karena..." " Pasti karena sulit mencari pekerjaan kan?" " Eeeh!? Bapak tidak tahu apa-apa!" " Saya juga berada di posisi yang sama dengan Ibu. Setelah lulus S1 saya sebenar sudah bekerja di sebuah sekolah. Kemudian karena ada suatu hal yang membuat saya diberhentikan, saya tidak diterimalagi di sekolah yang lain. Dan saya melihat peluang untuk menjadi guru hanya di sini. Walaupun mungkin mereka akan mencoba membunuh saya. Saya tidak takut." Keadaan senyap sejenak. "Saya harap ", Bu Ranymemungut tasnya bersiap untuk pulang," apa yang Bapak katakantadi bukan omong kosong." Tinggal Yoga sendirian di kantor setelah kepergian Bu Rany. Wajah Yoga tampak gembira seperti muncul semangat dan motivasi baru saat mendengar perkataan Bu Rany. " Akan ku buktikan... Rany!" ¤¤¤ Karena tertidur di kelas, Yoga belum menyentuh makanan sama sekalihari ini. Seakan-akan mobil kehabisan bensin, Yoga mengendarai sepedanya dengan sangat lambat. Kecepatannya diperkirakan 5 km/jam. Warungmakan di depannya memberinya energi tambahan untuk menginjak pedal sepeda kesayangannya. Suara perutnya mengejutkan Bu Rany yang tanpa disadari Yoga sedang makan di situ. " Bu, nasi porsi 10.000!" Yoga menghempaskan tubuhnya ke kursi. Ternyata di depannya ada Bu Rany. Ini adalah sebuah kejutan yang tidak diharapkannya. " Bu Rany! Kebetulan sekali. Ibu biasa makan di sini?" " Apa yang Bapak lakukan di sini?" " Saya kelaparan Bu. Saya belum makandari pagi." Tawa kecil Bu Rany tiba-tiba meledak. " Wajah Bapak lucu kalau lagi kelaparan." " Benarkah?" Yoga juga ikut tertawa. Dari kejauhan Sam bersama Yumi memotret mereka berdua. " Mesra sekali mereka. Ini akan menjadi hadiah pertama mu, PakYoga", Sam tersenyum sinis. nipoazwar@yahoo.co.id

Jumat, 20 Mei 2011

Amazing Teacher 1

Amazing Teacher Chapter 1. Takdir ''Kemarin, aku melihat mu menjadi pelayan restoran. Hari ini kamu bekerja sebagai kuli bangunan, dan...'' ''Memangnya kenapa?'' Ucapan Sani terputus oleh Yoga yang sedang memikul sekarung pasir. ''Tertawa saja sepuas mu'', Yoga melanjutkan. ''Wo..wo.. Jangan marah gitu dong! Kita kan sudah lama berteman, aku hanya kasihan melihat keadaan mu sekarang''. ''Kasihan sih kasihan. Tapi jangan mengolok gitu dong!'' ''Oke lah. Maaf. Aku hanya ingin memberikan ini pada mu''. '' Apa ini?'', Yoga mengambil selembar kertas dari tangan Sany. Setelah beberapa detik, dia berdiri tiba-tiba sehingga membuat Sany terkejut dan hampir tersungkur. '' Inilah kesempatanku'', dengan wajah gembira Yoga memeluk Sany,'' terima kasih teman''. Surat itu berisi lowongan menjadi guru di SMA Sir Arthur. Sambil bernyanyi-nyanyi di sepeda kesayangannya, Yoga pergi melamar ke SMA Sir Arthur. Sampai lah ia di tempat tujuan. Seorang guru menatap Yoga yang sedang duduk di depannya. '' Satu pertanyaan'', guru itu memulai pembicaraan,'' apa Anda siap untuk menghadapi apa pun yang terjadi?''. '' Apa?'', Yoga heran mendengar pertanyaan itu. '' Maksud Bapak?'' '' Jawab saja!'' Karena tidak mau mempersulit keadaan Yoga langsung menjawab, '' Ya, saya siap!'' '' Bagus! Anda diterima. Besok langsung datang kerja''. '' Yang benar, Pak?!'' '' Iya. Persiapkan mental Anda''. '' Terima kasih, Pak'', dengan riangnya Yoga menyalami guru itu. Sesampainya di rumah kontrakan, Yoga sudah di sambut dengan ucapan dari Sany yang mengandung unsur sindiran. '' Bagaimana teman ku, berhasil?'' '' Tentu saja. Besok aku sudah mulai kerja'' '' Baguslah. Aku sudah lama merasa kasihan dengan mu sobat. Kamu kan seorang sarjana pendidikan. Masak bekerja sebagai buruh. Jadi, sekarang jangan sia-siakan kesempatan ini'' '' Sepertinya kamu menyindir ku sobat!'' '' Tidak. Aku mengatakan hal yang sebenarnya. Kenapa kamu harus marah'' '' Jadi, kamu menyalahkan ku?'' Sany tersenyum menyindir. '' Sudahlah. Kamu kan sudah dapat pekerjaan baru ni, bagaimana kalau kita merayakannya?'' Sany menepuk-nepuk pundak Yoga,'' Setuju? Aku yang traktir''. '' Ngomong dong dari tadi. Kalau begitu sih aku mau''. '' Malam ini kita pesta!'' .................... '' Ku pikir kau akan membawa ku ke restoran, sobat'' '' Syukuri apa yang ada. Jangan banyak omong. Udah untung di traktir. Protes lagi. Cepat makan!'' Tadinya Yoga berharap ditraktir di sebuah tempat makan yang lebih mewah. Namun, nyatanya dia di bawa ke tempat jualan somay yang berada tidak jauh dari rumahnya. '' Bagaimana wawancaranya tadi?'' '' Sukses. Guru itu hanya memberikan satu pertanyaan yang menurut ku adalah pertanyaan yang aneh.'' '' Maksud kamu?'' '' Yaa aneh. Pertanyaannya adalah apakah Anda siap menghadapi apa pun yang terjadi. Aneh kan?'' '' Tidak juga. Mungkin yang diperlukan di sekolah itu hanya sebuah keinginan.'' '' Selama ini aku belum pernah menemukan sebuah sekolah yang mencari guru dengan cara membuat iklan.'' '' Iya juga sih. Artinya kamu beruntung sob. Setelah kejadian itu, kamu tidak diterima di sekolah mana pun. Kamu harus bisa memanfaatkan peluang ini. Tetap semangat!'' '' Thanks, sob!'' .................... '' Selamat pagi!'' Yoga ditemani kepala sekolah masuk ke kantor guru. '' Ini guru baru di sekolah ini. Dan dia akan menjadi wali kelas 2E.'' '' Perkenalkan nama saya Yoga Prasetya. Tolong beri tunjuk ajarnya. Semoga kita bisa bekerjasama.'' Tiba-tiba semua guru berhamburan keluar setelah mendengar suara bel tanpa merespon salam Yoga. Dia jadi heran. '' OK? Ternyata guru-guru di sini sangat disiplin waktu ya.'' '' Jangan terlalu dipikirkan. Meja Bapak di sana.'' '' Iya, terima kasih, Pak!'' Yoga mendekati tempatnya. Dia merapikan mejanya. Menata alat-alat tulis, dokumen-dokumen, dan yang lainnya. Di mejanya sudah ada jadwal. '' Jam 7. Aku sekarang harus ke kelas 2E. Baiklah, pengalaman pertama ku dimulai sekarang. Semangat!'', Yoga menyemangati diri sendiri. Yoga kesulitan mencari kelas 2E. Kemudian, dia melihat seorang wanita keluar dari sebuah kelas. Wanita itu juga seorang guru. Dia cantik, manis, dan seksi. Rany namanya. '' Bu guru!'' Yoga memanggil guru itu. '' Iya, ada apa?'' '' Kelas 2E di mana ya?'' '' Oh Bapak guru baru itu ya! Satu hal yang ingin saya beritahukan kepada Bapak, jangan macam-macam dengan siswa-siswa di kelas 2E.'' '' Memangnya kenapa?'' '' Bapak akan tahu sendiri nanti. Ayo, saya hantar Bapak ke sana!'' Yoga tidak melepaskan pandangan dari Bu Rany yang menuntunnya di depan menuju kelas 2E. Goyangan pinggulnya saat berjalan membuat siapa pun bernafsu. '' Ini kelasnya. Semoga sukses dan hati-hati.'' '' Terima kasih Bu!'' Bu Rany meninggalkannya. '' Baiklah, the first time. Jangan buat masalah.'' Yoga membuka pintu dan masuk. Dia langsung menuju mejanya. Sekarang dia menghadap ke arah seluruh siswa. '' Selamat pagi!'' Tidak ada yang menjawab. '' Baiklah.'' '' Pagi!'' jawab seorang siswa. '' Cuma satu? Tidak ada yang lain?'' Yoga mencoba memancing yang lain untuk menjawab. '' Nama Bapak Yoga Prasetya. Umur 25 tahun. Ada pertanyaan?'' Diam. Tidak ada yang merespon. Seorang siswa tiba-tiba berkata, '' Mau apa Bapak di sini?'' '' Apa?'', Yoga semakin merasa aneh dengan keadaan kelas yang dimasukinya,'' Bapak wali kelas baru kalian. Jadi..." " Jadi apa?" kata siswa yang lain. " Jadi kalian harus mengikuti peraturan yang Bapak buat. Bisa kan?" Suara gemuruh langkah kaki siswa-siswa yang menuju pintu untuk keluar mengejutkan Yoga. " Apa yang kalian lakukan? Mau kemana kalian?" " Kami tidak sudi diajar oleh orang seperti Bapak!" Kepala sekolah sudah tahu apa yang sedang terjadi. Begitu juga guru-guru yang lain. Ini sudah biasa. Yoga tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Kelas kosong. " Sepertinya aku ditakdirkan di sebuah sekolah yang menakutkan." To be continued... nipoazwar@yahoo.co.id

Selasa, 29 Maret 2011

ASAL MULA DESA LELA

ASAL MULA DESA LELA Di Sambas, tepatnya di Kecamatan Teluk Keramat, terdapat sebuah desa yang bernama Desa Lela. Desa tersebut merupakan gabungan dua dusun, yaitu Dusun Sekumbak dan Dusun Senangi. Sebelum Apalagi, oleh orang yang bukan penduduk desa itu. Terbentuknya Desa Lela tidak terlepas dari terbentuknya Dusun Sekumbak. Karena, sebelum Desa Lela muncul, Dusun Sekumbak sudah ada. Pertama, saya akan menceritakan tentang asal mula terbentuknya Dusun Sekumbak. Pada zaman dahulu, ada sebuah kapal masuk ke sebuah sungai yang tidak diketahui namanya. Kapal tersebut terdiri dari seorang bangsawan yang ditemani istrinya, serta beberapa awak kapal. Mereka berasal dari Semenanjung Malaka. Bangsawan tersebut bertanya-tanya apa nama sungai yang sedang ditelusurinya tersebut. Awak-awak kapalnya tidak satu pun yang tahu. Setelah cukup jauh masuk ke sungai, mereka berhenti di simpang tiga sungai itu. Di persimpangan itu mereka menemukan sebuah pohon yang sangat besar. Anehnya, pada pohon tersebut ada tulisan Arab yang terdiri dari empat huruf, yakni sin ( ), kaf ( ), mim ( ), dan ba ( ). Oleh karena itu, nama tempat yang mereka temukan diberi nama Seikumbak (sungai Kumbak) atau suku Melayu Barat. Kapal yang mereka bawa mendarat di tepi sungai yang tidak jauh dari pohon aneh itu. Setelah melakukan penjelajahan berhari-hari, ternyata tempat itu tidak berpenghuni. Karena tempat tersebut kosong, pemimpin kelompok yang berasal dari Semenanjung Malaka itu memutuskan untuk membuat sebuah pedesaan yang terdiri dari dirinya beserta anak-anak buahnya. Beliau bahkan sampai memerintahkan anak buahnya untuk mengajak warganya yang ada di Semenanjung Malaka untuk tinggal di tempat baru yang dalam waktu tidak terlalu lama menjadi sebuah desa yang besar. Waktu terus berjalan melewati tahun demi tahun. Jumlah penduduk Desa Sekumbak terus meningkat. Jika dibandingkan desa yang lain waktu itu, Desa Sekumbak memunyai jumlah yang paling banyak. Warga Sekumbak banyak yang bekerja untuk Sultan Sambas. Tidak diketahui siapa yang memimpin waktu itu. Sebagian besar pelayan, pengawal, dan pekerja lain di kerajaan Sambas adalah warga Desa Sekumbak. Warga Sekumbak yang bekerja di kerajaan Sambas sangat taat kepada Sultan. Sampai pada suatu hari Sultan menyuruh satu diantara pelayannya (orang Sekumbak) untuk menenyelamkan tempayan ke sungai. Karena sangat taatnya orang Sekumbak pada sultan, apa yang diperintahkan oleh sultan dilaksanakan persis seperti yang diucapkan pemimpin Sambas tersebut. Saat pelayan itu kembali, Sultan bertanya,” Mana tempayan yang ku suruh untuk mengambil air di sungai?”. Sang pelayan menjadi heran. “Bukankah Datuk menyuruh hamba untuk menenyelamkan tempayan di sungai? Hamba hanya melaksanakan sesuai perintah”, pelayan menjelaskan dengan perasaan takut. Sultan tiba-tiba tertawa mendengar penjelasan pelayannya itu. “ Kau benar pelayanku. Aku mengaku salah. Tapi, bukan itu yang ku inginkan. Sebenarnya aku ingin kau mengambil air menggunakan tempayan itu, bukan menenyelamkannya. Baiklah, mulai saat ini telah ku putuskan kalau mau mengambil air tidak boleh menggunakan kalimat menenyelamkan tempayan, tetapi harus menggunakan makna yang sesunguhnya yaitu mengambil air dengan tempayan”, perintah tersebut lamgsung keluar dari mulut sultan dan langsung diterapkan dalam masyarakatnya. Sultan sampai menyuruh penasehatnya mencatat kesalahan yang telah dilakukan beliau. Sejak saat itu seluruh warga Sambas jika menyuruh mengambil air dengan apapun tidak boleh menggunakan makna konotasi. Inilah awal munculnya istilah “Sengumba’an” yang artinya melakukan sesuatu sesuai apa yang didengar. Namun, muncul di kalangan masyarakat Sambas berbagai rekayasa tentang istilah sengumba’an. Seperti kalau mau membeli buah semangka setengah dari perahu, maka orang Sekumbak akan benar-benar membelah perahu menjadi dua. Itu hanya rekayasa orang-orang yang tidak tahu cerita yang sesungguhnya. Pada abad ke-15, kerajaan Sambas di pimpin oleh seorang sultan yang sangat kejam bernama Tan Nunggal. Rakyat Sambas banyak yang menderita pada masa pemerintahan Tan Nunggal. Kedua anaknya yang bernama Bujang Nadi dan Dare Nandong bahkan dikubur hidup-hidup hanya karena kesalahpahaman. Warga menjadi sangat resah dengan ulah Tan Nunggal. Namun, mereka seperti tidak berani untuk melakukan sesuatu. Tan Nunggal juga sangat terkenal dengan kesaktiannya. Sehingga masyarakat takut untuk berkhianat kepadanya. Seorang kyai yang bernama Kyai Lela Suara merasa kekejaman Tan Nunggal sudah melebihi batas. Sudah terlalu banyak kerusakan yang dilakukannya. Kyai Lela Suara adalah seorang Kyai yang berasal dari Desa Sekumbak. Dia sangat terkenal dengan suaranya yang merdu, baik saat membaca ayat suci Allah, maupun hanya saat berbicara. Setiap ide yang disampaikannya selalu diterima oleh masyarakat. Dia juga adalah penyebar agama Islam di Sekumbak. Karena ulah Sultan Sambas yang keterlaluan, dia pergi ke pusat kerajaan Sambas untuk menyampaikan sebuah ide bagaimana cara membunuh Tan Nunggal. Beliau bekerjasama dengan pengawal sultan dan seluruh masyarakat Sambas. Ide tersebut diterima dengan mudah oleh semua orang. Rencana pembunuhan Tan Nunggal dimulai. Pengawal memberitahu sultan bahwa Sambas akan diserang musuh. Oleh karena itu, Datuk Tan Nunggal harus dibawa ke tempat yang aman. Tan Nunggal percaya begitu saja. Kemudian, pengawal segera membawa sultan yang kejam itu ke tepi sungai. Di sana sudah tersedia sebuah yang di dalamnya ada sebuah kurungan besi. Tan Nunggal bertanya,” Untuk apa kurungan besi itu?”. Pengawal menjawab,” Kurungan besi itu untuk melindungi Datuk dari serangan musuh”. Mendengar penjelasan pengawalnya itu dia pun percaya. Tanpa berpikir panjang dia masuk ke dalam kurungan itu. Tan Nunggal bersama pengawalnya pun memulai pelayaran ke tempat yang katanya aman. Setelah menempuh pelayaran yang cukup jauh, mereka berhenti di Lubuk Batil di sungai Sambas. Pada saat itulah pengawal Tan Nunggal mengatakan hal yang sebenarnya. “ Datuk, sebenarnya kerajaan kita tidak akan diserang musuh, tetapi tujuan kami membawa Datuk ke sini adalah untuk membunuh Datuk. Karena Datuk telah melakukan banyak kerusakan di kerajaan Sambas”, pengawal menjelaskan. “ Begitu rupanya. Jadi, siapa yang merencanakan pembunuhanku ini?”, tanya Tan Nunggal dengan kasar. Pengawal itu pun memberitahu siapa perencana semua ini. “ Semua ini adalah rencana dari Kyai Lela Suara”. Tan Nunggal di tenggelamkan di Sungai Sambas dalam keadaan terkurung oleh kurungan besi yang dibuat oleh Kyai Lela Suara. Semua rencana yang diciptakan Kyai Lela Suara berhasil. Namun, sebelum Tan Nunggal di tenggelamkan di sungai Sambas dia memberikan kutukan kepada penduduk yang tinggal di tempat Kyai Lela Suara tinggal tidak akan ada satu orang pun yang benar-benar kaya dan tidak akan ada yang benar-benar miskin. Itulah ucapan terakhir dari Tan Nunggal. Sampai sekarang, makam Kyai Lela Suara masih terpelihara dengan baik di sungai Sekumbak. Pada tahun 1988, Dusun Sekumbak dan Dusun Senangi bergabung. Pak Camat menginginkan nama desa yang terdiri dari dari dua dusun ini memunyai nilai sejarah. Nama Desa Lela pun diputuskan menjadi nama desa itu yang berasal dari nama Kyai Lela Suara. Cerita ini saya dapatkan dari seorang penduduk Desa Lela yang sekarang bekerja sebagai Komite Sekolah di SD 27 Sekumbak. Beliau bernama Sani Haji Koko. Beliau sangat berperan dalam membangun Desa Lela.

TUNGGU AKU

Bertahun-tahun menjalin asmara Tanpa disangka harus berpisah Sempat menetes air mata Saat itu terjadi Sekarang aku di negeri orang Mencari sesuatu yang diperlukan Berharap semua tercapai Tapi, aku tak pernah melupakan mu Sampai sekarang Bagaimana dengan mu? Apakah sama? Ku mohon Tetaplah menanti ku Sampai aku pulang kelak Membawa kesuksesan Untuk masa depan karya Bahrudin

Sabtu, 26 Februari 2011

Rintihan Hati Aku hanya secarik napas yang tipis Pengiring jiwa yang hampa Aku hanyalah segumpal daging yang rapuh Tanpamu… aku layu Ku rasakan kepedihan yang menyiksa batin Saat kau hilang Dulu… Saatku mengenalmu Hatiku buta karena cinta mu Setiap detik waktu ku sungguh makna Ku ingin terbang dengan sayapmu Tapi… kau buatku terjatuh Sakit… Jantungku berhenti berdenyut saat kau pergi Kau menyisakan luka yang teramat pedih Sekarang kau sudah tiada Tinggal aku sendiri Sepi… Meski hati teriris Aku takkan menangis Walau kau hanya singgah sejenak di hatiku Tetapi… banyak cerita bahagia yang tercipta Biarlah semua itu terhapus oleh hujan Akan ku temukan yang baru Karya: Bahrudin

Kamis, 20 Januari 2011

Tunggu Aku

TUNGGU AKU Bertahun-tahun menjalin asmara Tanpa disangka harus berpisah Sempat menetes air mata Saat itu terjadi Sekarang aku di negeri orang Mencari sesuatu yang diperlukan Berharap semua tercapai Tapi, aku tak pernah melupakan mu Sampai sekarang Bagaimana dengan mu? Apakah sama? Ku mohon Tetaplah menanti ku Sampai aku pulang kelak Membawa kesuksesan Untuk masa depan karya Bahrudin

Kamis, 07 Oktober 2010

PERANAN MENYIMAK DALAM KETERAMPILAN BERBAHASA: MENYIMAK DALAM KOMUNIKASI

1.1.2 Menyimak dalam Komunikasi Dengan bahsa manusia dapat berkomunikasi. Dengan berkomunikasi orang dapat menyampaikan gagasannya, perasaannya, atau pengalamannya kepada orang lain. Melalu komunikasi berbahasa kita dapat melakukan kontak dengan orang lain tentang berbagai hal yang kita temukan dalam kehidupan. Manusia yang sedang berkomunikasi harus memiliki dasar-dasar pikiran yang umum, bahasa yang sama, asumsi yang sama, dan nilai yang sama. Berkomunikasi adalah perbuatan mengalahkan atau mengatasi suatu perbedaan, satu atau beberapa hal yang tidak seimbang diantara dua orang atau kelompok, baik pengetahuan tersebut merupakan informasi yang umum maupun pengertian atau perasaan pribadi (Muffet/ B.J.Wagner, 1983 dalam Mukhsin Ahmadi, 1990: 35). Proses komunikasi berlangsung melalui tiga media, 1) nonverbal (visual) 2) lisan (oral) 3) tulis (written) Melalui bahasa lisan kita berkomunikasi secara langsung, baik bertatap muka maupun tidak. Menyimak sebagai salah satu kegiatan berbahasa merupakan keterampilan yang cukup mendasar dalam aktivitas berkomunikasi. Kegiatan menyimak lebih banyak dilakukan dari kegiatan berbahasa yang lain. Hal ini dibuktikan oleh Wilga M. Rivers (1978: 62), kebanyakan orang dewasa menggunakan 45% waktunya untuk menyimak, 30% untuk berbicara, dan hanya 9% saja untuk menulis. Keterampilan menyimak harus dibina dan ditingkatkan karena sangat dibutuhkan oleh manusia baik untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk kepentingan di lingkungan pendidikan. Tidak semua orang mampu menyimak dengan baik. Padahal kemajuan masyarakat sangat tergantung pada kemampuan menyimak berbagai informasi anggota masyarakatnya. Banyak mendapatkan informasi berarti meningkatkan pengetahuan, dan banyak pengetahuan berarti meningkatkan daya pikir. Keberhasilan seseorang menyimak informasi tergantung pada kelihaian pembicara menyampaikan informasi tersebut. Pembicara yang baik akan berusaha memberikan bahkan pembicaraan dengan efektif dan efisien, yang dapat memberi peluang kepada penyimak untuk mengadakan pendekatan pada makna yang diharapkan pembicara berdasarkan pengetahuan yang dimiliki penyimak. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cukup kompleks kalau penyimak ingin menangkap makna yang sesungguhnya dari pembicaraan yang mungkin tidak seutuhnya tersirat dalam materi yang dihasilkan pembicara. Sebab itu penyimak perlu pengetahuan yang memadai tentang hal yang berhubungan dengan materi simakan. Disamping itu penyimak juga harus memiliki pengalaman yang cukup dalam menyimak, artinya dia harus sering berlatih menyimak. Jadi, pembicara harus aktif kreatif menciptakan materi simakan agar mudah dipahami penyimaknya, sebaliknya penyimak dengan pengetahuan simaknya harus aktif kreatif pula menangkap makna yang terkandung dalam bahan simakan tersebut. Dilihat dari sudut manusia belajar bahasa, keterampilan menyimak merupakan pelajaran pertama menggunakan bahasa. Salah satu keterampilan berbahasa didapat secara alamiah ialah menyimak bunyi mulai menirukan bunyi-bunyi, kata, kalimat, dari orang-orang yang berada disekitarnya dengan menyimak, yang akhirnya mereka dapat berkomunikasi dengan lancar. Kalau bahasa pembicara sama dengan bahasa penyimak, maka dari hasil simakannya itu sipenyimak dapat mengetahui ciri-ciri berbahasa pembicara, misalnya, pengicapan, pemiliahan kata, kalimat, gerak-gerik dan pengorganisasian pikiran-pikirannya. Hal ini menunjang kemampuan berbicara penyimak. Disamping itu dari hasil simakannya itu penyimak akan mendapat tambahan perbendaharaan kata yang dapat meningkatkan keterampilan berbahasanya, baik lisan maupun tulisan. Tahap selanjutnya penyimak akan dapat isi atau maksud pembicaraan tersebut. Kalau maksud pembicaraan dipahami penyimak persis seperti apa yang maksud pembicara ini berarti telah terjadi komunikasi yaitu konunikasi lisan. terjadinya komunikasi berarti terjadi pula proses pemahaman isi pembicaraan. Memahami isi pembicaraan berarti menambah informasi atau pengetahuan. Kalau kita perhatikan maka 1) keterampilan menyimak merupakan dasar, yang cukup penting untuk keterampilan berbicara. 2) keterampilan menyimak juga merupakan dasar bagi keterampilan menulis dan membaca, petunjuk-petunjuk disampaikan melalui bahasa lisan. Ini berarti mereka harus menyimak. 3) keterbatasan penguasaan kosakata pada saat menyimak akan menghambat kelancaran membaca dan menulis. Menurut Sabarti (1992: 149) dan kawan-kawan menyimak berpaeran sebagai: (1) dasar belajar berbahasa (2) menunjang keterampilan berbicara, membaca, dan menulis (3) pelancar komunikasi lisan (4) penambah informasi atau pengetahuan

Rabu, 06 Oktober 2010

PERANAN MENYIMAK DALAM KETERAMPILAN BERBAHASA: MENYIMAK SEBAGAI ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

BAB I PERANAN MENYIMAK DALAM KETERAMPILAN BERBAHASA Kegiatan Belajar 1 1.1 URAIAN 1.1.1 Menyimak sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa Dalam era pembangunan dewasa ini makin lama makin kita rasakan pentingnya berkomunikasi baik antar anggota masyarakay maupun antar kelompok dalam masyarakat. Alat komunikasi yang paling ampuh adalah bahasa. Dengan bahasa manusia sebagai makhluk sosial dapat berhubungan satu sama lain secara efektif. Dengan bahasa kita menyatakan perasaan, pendapat, bahkan, dengan bahasa kita berpikir dan bernalar. Oleh karena itu agar komunikasi berjalan lancar; tidak menimbulkan salah paham, kita perlu terampil berbahasa baik lisan maupun tulis. Suatu komunikasi dikatakan berhasil apabila pesan yang yang disampaikan pembicara dapat dipahami dengan baik oleh penyimak atau pembaca sesuai dengan maksud pembicara atau penulis tersebut. Keterampilan berbahasa erat kaitannya dengan proses berpikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin cerah jelas pikiran seseorang semakin terampil seseorang berbahasa. Melatih keterampilan berbahasa berarti melatih keterampilan berpikir (Dawson, 1963: 27; Tarigan; 1980: 1). Keterampilan berbahsa menuntut adanya pengetahuan dan pengalaman dalam berbahasa maupun nonkebahasaan perlu dimiliki. Demikian pula pengetahuan berbahasa belum dianggap lengkap kalau tidak dibarengi dengan pengalaman berbahasa. Pengalaman berbahasa hanya didapat melalui latihan yang intensif yang dapat mengembangkan potensi yang ada pada diri seseorang. Dengan demikian akan diperoleh keahlian bagaimana menggunakan daya pikir secara efektif, melalui bahsa lisan maupun bahasa tulis. Dalam komunukasi berbahasa ada empat aspek keterampilan, yaitu: 1) keterampilan menyimak; 2) keterampilan berbicara; 3) keterampilan membaca; dan 4) keterampilan menulis. Keempat keterampilan ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Karena itu, keempat keterampilan itu disebut catur-tunggal. Bahasa sebagai alat komunikasi itu ada yang bersifat lisan, yaitu bahsa yang berwujud kontinum huruf yang dapat didengarkan, dan ada yang bersifat tulis, yaitu bahasa yang berwujud rangkaian huruf yang dibaca. Baik bahasa lisan maupun tulisan di dalamnya terkandung makna yang dapat menimbulkan respons, atau tanggapan dari orang yang mendengar atau membacanya (Universitas Terbuka, 1985: 19). Keterampilan menyimak dan membaca disebut keterampilan reseptif sebab selama berlangsung kegiatan komunikasi tersebut, penyimak atau pembaca aktif menerima, menangkap, memahami, dan mengingat ujaran atau huruf yang diterimanya. Dapat juga dikatakan keterampilan aktif reseptif. Secara fisik penyimak dan pembaca pasif menerima pesan-pesan atau informasi-informasi melalui pendengarannya atau matanya. Tetapi sebenarnya secara mental penyimak atau pembaca aktif mencerna, mengolah pesan-pesan tersebut agar dapat memahami maksudnya. Keterampilan berbicara dan menulis dikatakan keterampilan produktif karena pembicara dan penulis secara aktif memproduksi ide-ide, informasi-informasi, dengan menggunakan bahasa yang dapat dipahami pembaca atau pendengarnya sehingga mereka mampu merespons, menanggapi, atau mengolah apa yang didengar atau dibacanya. Keterampilan menyimak dan berbicara merupakan proses alamiah yang timbul karena adanya kontak sosial antarmanusia. Sedangkan keterampilan membaca dan menulis tidak akan terwujud tanpa mempelajari dasar-dasar pengetahuan lebih dulu, disertai latihan yang intensif. Jadi, keterampilan membaca dan menulis bukan merupakan proses alamiah yang begitu saja dimiliki. seseorang seperti halnya menyimak dan berbicara.

MENYIMAK: PENDAHULUAN

PENDAHULUAN Keterampilan menyimak merupakan salah satu kegiatan baerbahasa yang cukup primer di dunia pendidikan. Mereka yang kurang mampu menyimak akan mendapat hambatan dalam menerima materi yang diterimanya. Kesalahan menyimak akan berakibat buruk terhadap keterampilan berbahasa yang lain, yaitu Membaca, Berbicara, dan Menulis.